Ruang Sastra Pribadi

Cooretan Kecill

Kumpulan bait sunyi yang merangkum rindu, waktu, dan pecahan makna di ujung semesta.

Setelah Kamu Pergi

Karya #01 — Juli 2026
Kalo ditanya apa yang ada dikepalaku setelah kamu pergi ? Akan kujawab, aku benci tentang bagaimana aku masing ingin kamu kembali setelah semua kesalahan yang telah kamu lakukan , Aku muak tentang bagaimana aku tidak pernah bisa membencimu bahkan setelah aku memikirkan semua keburukan mu yang kutemukan hanya keinginan untuk kembali bersamamu.

Kisah Kita Tapi Tanpamu

Karya #02 — Juli 2026
Puisi itu bukan sekadar seni menulis, tapi juga seni menghapus dan mempertahankan kata. Seperti menghapus dia demi mempertahankanmu, karena nyatanya tak semua hal bisa ditulis— atau sebaliknya: ada hal yang hanya ada di dalam tulisan, seperti kita yang tak lebih dari sekadar kata. Kita itu bukan sekadar seni berjuang, tapi juga seni mengikhlaskan. Karena setelah dia terhapus, kau ikut menghilang. Di puisi ini, tinggal aku... menulis kisah kita, tapi tanpamu.

Kisah Kita Tapi Tanpamu

Karya #02 — Juli 2026
Puisi itu bukan sekadar seni menulis, tapi juga seni menghapus dan mempertahankan kata. Seperti menghapus dia demi mempertahankanmu, karena nyatanya tak semua hal bisa ditulis— atau sebaliknya: ada hal yang hanya ada di dalam tulisan, seperti kita yang tak lebih dari sekadar kata. Kita itu bukan sekadar seni berjuang, tapi juga seni mengikhlaskan. Karena setelah dia terhapus, kau ikut menghilang. Di puisi ini, tinggal aku... menulis kisah kita, tapi tanpamu.

Tentang Penulis

Penyair amatir yang menuangkan isi kepala ke dalam deretan kata-kata sunyi. Jika karya-karya ini menemani malam Anda, pertimbangkan untuk mendukung perjalanan menulis ini.

Dukung Karya Ini